
JAKARTA — Penyaluran bantuan gempa NTT kini memasuki babak krusial. Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menegaskan bahwa dana kemanusiaan dari masyarakat yang menembus angka Rp 6 miliar tidak hanya berhenti pada masa darurat. Lazismu akan terus mengawal dana tersebut untuk membiayai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi warga terdampak.
“Kami masih akan terus menyalurkan dana donasi dan Infak Salat Jumat untuk melanjutkan respons dan tahapan rehabilitasi-rekonstruksi, serta membangun kembali ketangguhan masyarakat,” tegas Barry Adhitya di Jakarta, saat mengawal komitmen Muhammadiyah bagi para korban.
Tingginya solidaritas masyarakat Indonesia tampak dari cepatnya penghimpunan dana. Lazismu mencatat, hingga 3 September 2026, total donasi untuk bantuan gempa NTT melalui gerakan kemanusiaan dan Infak Jumat serentak mencapai Rp 6.099.163.820. Dari jumlah tersebut, Lazismu telah menyalurkan lebih dari Rp 3,4 miliar langsung sebagai garda terdepan aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah di wilayah terdampak.
RS Lapangan Muhammadiyah Berdiri di Tengah Reruntuhan

Dana tersebut saat ini menjadi denyut nadi utama operasi kemanusiaan Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC). Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, MDMC mengalokasikan bantuan gempa NTT untuk menerjunkan 50 personel medis khusus Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Muhammadiyah. Tim ini sukses mendirikan RS Lapangan berstandar WHO.
Tim medis mendirikan rumah sakit darurat ini tepat di lokasi Puskesmas Dampek, Manggarai Timur. Gempa bumi menghancurkan puskesmas tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu. MDMC menyiagakan layanan medis ini untuk beroperasi penuh selama 30 hari.
Tidak sekadar menunggu di posko, tim medis juga menerjunkan unit EMT Mobile (klinik berjalan). Tim medis keliling yang beranggotakan tenaga medis dari berbagai RS Muhammadiyah-Aisyiyah se-Indonesia ini bertugas menyusur dan menjemput bola ke kantong-kantong pengungsian terisolir yang sulit menjangkau layanan kesehatan.
Wabah ISPA Intai Korban, Lazismu Fokuskan Bantuan Gempa NTT ke Medis

Agresivitas layanan medis dari dana bantuan gempa NTT ini terbukti krusial. Hingga awal September, tim EMT Muhammadiyah berhasil memberikan pertolongan medis kepada 3.724 penyintas. Tim medis memfokuskan penanganan secara merata, mulai dari kelompok dewasa (2.173 orang), lansia (799 orang), hingga kelompok rentan seperti bayi (85 pasien), balita (229 pasien), dan ibu hamil (22 pasien).
Berdasarkan rekam medis RS Lapangan, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi diagnosis tertinggi yang mendera 437 korban gempa Manggarai Timur. Kondisi di pengungsian juga memicu 372 korban mengeluhkan nyeri otot (mialgia), kemudian hipertensi menyusul dengan 233 kasus. Sebanyak 186 pasien mengalami gangguan pencernaan, serta 153 orang merasakan sakit kepala dan nyeri tengkuk.
Tingginya angka kesakitan ini menjadi sinyal penting bahwa warga masih sangat membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Publik yang ingin terus mengawal berita terkini dan menyalurkan bantuan gempa NTT dapat berdonasi melalui laman https://lazismukotasemarang.org/campaign/darurat-gempa-ntt. Masyarakat juga bisa memantau transparansi penyaluran donasi langsung secara real-time via Dasbor Respons NTT di https://lazismu.org/dashboardresponntt.
Alamat Kantor: Jl. Wonodri Baru Raya, Kompleks Masjid At-Taqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Jawa Tengah.
Media Sosial: Facebook, TikTok, dan Instagram (Lazismu Kota Semarang).
Call Center: 085640873531.


