Dobrak Ketimpangan! Kurban Lazismu Semarang dan Berobat Gratis Sasar Wilayah 3T

Dobrak Ketimpangan! Kurban Lazismu Semarang dan Berobat Gratis Sasar Wilayah 3T
SEMARANG
– Kesunyian kawasan pesisir di ujung utara Kota Semarang yang bertahun-tahun sepi dari aktivitas penyembelihan hewan akhirnya terpecahkan melalui program Kurban Lazismu Semarang pada Kamis (28/05/2026). Secara khusus, kedatangan tim medis dan relawan logistik pangan ini mendadak membuat suasana menjadi riuh. Selanjutnya, institusi ini sengaja mengambil langkah berani menyasar kantong kemiskinan ekstrem yang selama ini terisolasi. Akibatnya, kawasan terluar tersebut kini mendapat perhatian penuh demi memutus ketimpangan distribusi daging di ibu kota Jawa Tengah. Dengan demikian, langkah ini sekaligus membawa angin segar bagi warga pesisir.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosial berskala besar ini mengusung tema ‘Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan’. Tentu saja, aksi ini menjadi bukti nyata kepedulian umat. Sementara itu, agenda kemanusiaan ini mengambil lokasi strategis di sekitar Musala An-Nur, RT 05/RW 07, tepatnya di Desa Mangunharjo, Mangkang Wetan. Bahkan, pengurus wilayah sengaja memilih kawasan pesisir ini dengan alasan khusus. Pasalnya, daerah tersebut masuk ke dalam peta wilayah tertinggal, terluar, dan terdalam (3T) di Kota Semarang. Pada kenyataannya, wilayah ini memang sangat minim sentuhan bantuan.

Dukungan Penuh PDM pada Kurban Lazismu Semarang
Dukungan Penuh PDM pada Kurban Lazismu Semarang

Dalam kesempatan tersebut, Badan Pengurus Harian (BPH) Lazismu Kota Semarang, Agus Alwi Mashuri memberikan penjelasan mendalam. Kemudian, ia menjabarkan alasan pemilihan lokasi tersebut. Agus menegaskan bahwa data lapangan yang konkret menjadi landasan utama. Faktanya, warga sangat jarang menyembelih hewan besar pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, intervensi filantropi ini menjadi sangat mendesak.

“Hari ini kita pilih masyarakat daerah terluar dari Kecamatan Tugu. Wilayah ini sudah masuk pantai utara Jawa Tengah, di mana setiap tahunnya tidak ada kurban di sekitar Musala An-Nur ini,” ujar Agus Alwi Mashuri.

Menyikapi hal tersebut, institusi filantropi ini segera bergerak cepat memotong ketimpangan gizi yang ada. Tujuannya, mereka ingin semua kalangan merasakan kemeriahan Idul Adha. Sebagai buktinya, pihaknya menyembelih dua ekor sapi bermutu tinggi dan satu ekor kambing dam.

Selanjutnya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tugu mengomandoi langsung proses distribusi logistik di lapangan. Hal ini memastikan bantuan tepat sasaran karena PCM Tugu sangat memahami demografi warga setempat. Selain itu, jajaran petinggi persyarikatan juga memberikan perhatian khusus. Bahkan, Pimpinan pleno PDM Kota Semarang hadir langsung mengawal jalannya program dari awal hingga akhir.

Secara rinci, Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno BM memimpin langsung rombongan tersebut. Di samping itu, jajaran Wakil Ketua PDM Kota Semarang turut hadir melengkapi rombongan, seperti Drs. Danusiri, M.Ag., Dr. H. AM Jumai, M.M., Dr. Bunyamin, M.Pd., Drs. Sukamdo, dan Drs. Jumadi. Pastinya, para tokoh penting ini memberikan suntikan motivasi besar kepada relawan maupun warga.

Baca Juga:

Layanan Kesehatan dan Sembako Pelengkap

Tidak hanya menerima pembagian daging higienis, masyarakat Mangkang Wetan juga menikmati fasilitas pengobatan massal gratis. Terlebih lagi, layanan ini sangat krusial bagi ketahanan kesehatan warga pesisir.

Bersamaan dengan itu, petugas di lapangan turut membagikan paket sembako secara merata. Harapannya, bantuan ini akan menunjang ketahanan pangan keluarga nelayan. Di sisi lain, tim medis profesional dari Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah mendukung penuh kelancaran program pengobatan gratis ini.

“Terima kasih tentunya kami ucapkan kepada IDX Kantor Perwakilan Semarang, Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Artha Surya Barokah, dan semua pihak yang ikut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan hari ini,” ucap Agus Alwi.

Antusiasme Warga Akar Rumput Pesisir

Antusiasme Warga Akar Rumput Pesisir

Merespons aksi ini, Ketua PRM Mangkang Wetan, Marodi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Selain itu, ia mengapresiasi kehadiran para relawan dan jajaran pimpinan PDM. Ia mengakui bahwa bantuan ini sebagai momen langka. Sebab, warga baru pertama kali merasakan kegiatan sebesar ini. Selama ini, warga sekitar memang kesulitan mengakses daging berkualitas karena terhalang kendala ekonomi.

“Kami, sebagai perwakilan warga sekaligus takmir Mushola An-Nur, merasa sangat beruntung sekali karena baru kali ini ada hewan kurban dari Lazismu Kota Semarang yang diberikan kepada Musala An-Nur,” tutur Marodi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Marodi berjanji akan mengawal ketat pembagian logistik ini. Tentu saja, ia memegang prinsip jujur dan adil sebagai pedoman moral. Oleh karena itu, ia memastikan proses distribusi daging berjalan tertib. Selain itu, jangkauan bantuan juga meluas secara proporsional ke wilayah sekitar RT 05.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PCM Tugu, Zainal, memiliki pandangan serupa. Pada akhirnya, ia berharap intervensi sosial di daerah nelayan miskin ini bisa terus berlanjut.

“Untuk ke depannya, kami sangat mengharapkan sekali program ini berlanjut karena ini daerah pesisir, di mana masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan secara nyata,” kata Zainal.

Target Dakwah Pasca Kurban Lazismu Semarang

Dari segi organisasi, langkah taktis ini memegang peranan yang sangat vital. Bahkan, Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno BM menyatakan bahwa momentum ini harus menjadi pemantik awal. Secara khusus, ia ingin kegiatan amal ini memicu gerakan dakwah yang konsisten. Dengan kata lain, program sosial semacam ini harus memberikan nilai manfaat nyata serta berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.

Maka dari itu, pimpinan daerah mendorong penuh upaya pemberdayaan mandiri pasca-acara. Selanjutnya, PCM Tugu harus mengambil peran aktif setelah seremonial ini selesai. Tanpa diragukan lagi, pengurus harus terus mengawal dan membina kawasan pesisir tersebut secara berkala. Kesimpulannya, langkah pembinaan ini sangat penting guna memperkuat basis ekonomi kerakyatan sekaligus fondasi spiritual nelayan setempat.

“Harapan juga, ke depannya nanti daerah ini bisa dibina oleh PCM Tugu sebagai pemangku wilayah. Harapannya kemudian, tentu kita berharap Persyarikatan Muhammadiyah di Tugu ini bisa berkembang sebagaimana cabang yang lain dengan wasilah kegiatan pada pagi hari ini,” pungkas Suparno.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Scroll to Top