Perkuat Sinergi Filantropi, Mahasiswa UNIDA Gontor Perdalam Manajemen ZIS di LAZISMU Semarang

Mahasiswa Ekonomi Islam UNIDA Gontor saat memulai program pendalaman Manajemen ZIS di kantor LAZISMU Semarang untuk optimasi potensi zakat.

SEMARANG – Lembaga amil kini lebih memprioritaskan penguatan Manajemen ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) untuk mengoptimalkan potensi dana umat di Indonesia. Guna menghubungkan teori di kampus dengan implementasinya dalam praktik nyata, tiga mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menjalani magang intensif di LAZISMU Kota Semarang. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keahlian profesional di dunia filantropi.

Manager Eksekutif LAZISMU Kota Semarang, Thomi Setiawan, menyambut baik langkah ini. Menurutnya, industri filantropi memerlukan standar Manajemen ZIS yang modern. Hal ini penting agar masyarakat selalu terus menaruh kepercayaan tinggi pada lembaga amil. Thomi menilai dinamika sosial di Semarang membutuhkan manajemen berbasis data yang presisi.

“Mahasiswa magang membawa perspektif baru serta teori terkini. Hal ini memperkaya wawasan Manajemen ZIS di LAZISMU Kota Semarang. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman tentang digitalisasi zakat,” ungkap Thomi, Jumat (15/5/2026).

Implementasi Praktis Manajemen ZIS di Lapangan

Selama 9 hingga 22 Mei 2026, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam ini terjun ke berbagai lini operasional. Mereka membantu strategi penghimpunan dana (fundraising) dan mengelola administrasi keuangan secara tertib. Mahasiswa juga memverifikasi data mustahik agar distribusi zakat tepat sasaran. Langkah ini mendukung komitmen lembaga dalam menjaga transparansi publik.

Ketua kelompok magang, M. Zulfikar, menyebut timnya fokus membedah praktik Manajemen ZIS di tingkat daerah. Mereka menggunakan pengalaman ini sebagai data primer untuk menyusun skripsi. Zulfikar ingin meneliti efektivitas filantropi Islam dalam memberdayakan ekonomi lokal secara nyata.

“Kami bekerja dengan totalitas. Mempraktikkan Manajemen ZIS secara langsung membantu kami memahami tantangan lapangan. Kami belajar cara mendata teknis dan berkomunikasi dengan donatur secara profesional,” tegas Zulfikar.

Baca Juga: Rakorsus Kurban Lazismu Semarang 1447 H: Cegah Mubazir Lewat Manajemen Modern

 

Sinergi SDM dalam Menjawab Tantangan Potensi Zakat

Penguasaan Manajemen ZIS oleh kaum muda sejalan dengan data terbaru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Saat ini, potensi zakat nasional mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Namun, realisasi zakat masih menghadapi tantangan besar. Lembaga amil membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi manajemen unggul untuk menutup celah tersebut.

Melalui program ini, LAZISMU Kota Semarang berkomitmen menjadi pusat pembelajaran calon praktisi ekonomi syariah. Anda juga bisa membaca Program Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk melihat aksi nyata lembaga. Harapannya, lulusan UNIDA Gontor mampu memperkuat ekosistem filantropi Islam yang transparan dan berdampak luas bagi pengentasan kemiskinan.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Scroll to Top