Ringankan Beban Korban Banjir Ngaliyan, Muhammadiyah Gelar Servis Motor Gratis di Purwoyoso

SEMARANG — Tim mekanik relawan sukses menghidupkan kembali 15 sepeda motor warga korban banjir. Tentu saja, pencapaian ini berkat layanan servis motor gratis Semarang inisiasi Muhammadiyah. Selanjutnya, Muhammadiyah menggelar aksi sosial ini di belakang Masjid Al Huda, Purwoyoso, Ngaliyan, pada Jumat (22/5/2026).

Oleh karena itu, Muhammadiyah mengambil langkah taktis ini sebagai respons cepat. Tujuannya, mereka ingin membantu warga memulihkan mobilitas ekonomi pascabencana. Seperti yang kita tahu, banjir lumpur merusak banyak kendaraan roda dua milik warga. Akibatnya, mesin motor mereka mengalami mati total.

Ketua MDMC Kota Semarang, Mustam Efendi, memberikan penegasan terkait acara ini. Menurutnya, kegiatan ini mewujudkan gotong royong persyarikatan. Dengan demikian, beban finansial warga terdampak bisa menjadi lebih ringan. Lebih lanjut, Anda dapat melihat pedoman mitigasi bencana di situs resmi MDMC.

“Kami menyiapkan SDM teknis khusus untuk korban bencana banjir. Alhamdulillah, dari pagi sampai siang ini tim mekanik sudah menyelesaikan 15 motor,” ujar Mustam di lokasi.

Sinergi Kelembagaan Hadirkan Servis Motor Gratis Semarang

Pada dasarnya, program ini membuahkan kolaborasi solid berbagai elemen Muhammadiyah Kota Semarang. Elemen tersebut meliputi Lazismu, PCM Ngaliyan, MDMC, serta SMK Muhammadiyah 2. Selain itu, Anda juga bisa berpartisipasi membantu para korban. Caranya, silakan kunjungi program donasi tanggap bencana Lazismu Kota Semarang di sini.

Pihak sekolah menerjunkan langsung 10 siswa otomotif dan guru pendamping. Dalam hal ini, para siswa SMK Muhammadiyah 2 bertugas sebagai mekanik. Hebatnya, para teknisi muda ini bekerja dengan sangat cekatan. Mula-mula, mereka membongkar blok mesin dan menguras sisa air. Kemudian, mereka mengganti oli dan menormalkan kembali sistem kelistrikan motor yang rusak.

Praktik Karakter Siswa Melalui Servis Motor Gratis Semarang

Di samping bernilai kemanusiaan, kegiatan ini menjadi sarana praktik pendidikan karakter pelajar. Artinya, mereka tidak hanya menguji keterampilan teknis secara profesional di lapangan. Lebih dari itu, para siswa juga memupuk empati dan semangat pengabdian sosial saat krisis.

Baca Juga:

Fokus Pada Pemulihan Ekonomi Warga Pasca Banjir

Warga Purwoyoso menyambut antusias kehadiran layanan servis motor gratis Semarang ini. Sebab, warga menilai bantuan perbaikan ini sangat tepat sasaran. Kenyataannya, sebagian besar masyarakat masih harus memprioritaskan anggaran keluarga untuk membersihkan rumah. Oleh sebab itu, perbaikan motor gratis sangat membantu usai bencana banjir bandang Ngaliyan.

“Kami sangat mengapresiasi warga dan PCM Ngaliyan yang sudah bekerja keras. Harapannya, semua warga selalu sehat dan tangguh menghadapi ujian ini,” tambah Mustam.

Melalui sinergi ini, Muhammadiyah kembali membuktikan komitmen dakwah mereka. Singkatnya, persyarikatan tidak melulu menjalankan dakwah di atas mimbar. Sebaliknya, Muhammadiyah secara aktif turun langsung lewat aksi kemanusiaan progresif. Kesimpulannya, langkah konkret ini sangat tepat untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Scroll to Top