Praktis dan Tahan Lama, RendangMU Jadi Lauk Utama Korban Banjir Bandang Semarang

RendangMu Jadi Lauk Utama Korban Banjir Bandang SemarangSEMARANG — Banjir bandang Semarang kembali melanda kawasan permukiman warga pada Jumat malam. Bencana ini melumpuhkan aktivitas domestik, termasuk memutus akses dapur rumah tangga warga. Merespons kondisi darurat tersebut, Muhammadiyah bersama Lazismu bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan siap saji berupa RendangMU di Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (16/5/2026).

Ketua PCM Ngaliyan, Dr. H. Karnadi Hasan, M.Pd., menyampaikan bahwa organisasi berkomitmen penuh membantu korban. “Muhammadiyah hadir pada masyarakat, untuk masyarakat, dan oleh masyarakat. Kami menyajikan lauk pauk dari hasil program Lazismu yaitu RendangMU,” ujar Karnadi saat meninjau lokasi penanganan dampak banjir bandang Semarang.

RendangMU Jadi Solusi Pangan Darurat Banjir Bandang Semarang

Relawan memilih RendangMU sebagai menu utama karena produk ini sangat praktis dan tahan lama. Kemasan kaleng yang higienis memudahkan distribusi kepada para pengungsi tanpa memerlukan proses memasak yang lama. Karakteristik pangan seperti ini menjadi krusial mengingat sebagian besar korban belum bisa menyalakan kompor akibat rendaman lumpur yang pekat.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Silandak hingga menjebol tanggul darurat. Arus air yang deras kemudian menerjang permukiman padat dan merusak fasilitas publik di Ngaliyan. Berdasarkan informasi resmi dari Situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), cuaca ekstrem memang sedang mengancam wilayah pesisir utara Jawa Tengah selama sepekan terakhir. Luapan sungai ini menjadi polutan lumpur yang masuk ke dalam rumah-rumah warga, sehingga menyulitkan proses pembersihan area dapur.

RendangMu Jadi Lauk Utama Korban Banjir Bandang Semarang

Aksi Kemanusiaan Muhammadiyah untuk Korban Bencana

Program RendangMU sendiri merupakan pilar utama Lazismu dalam klaster ketahanan pangan dan respons kebencanaan. Sifat produk yang siap santap memberikan keunggulan tersendiri saat masa tanggap darurat awal. Melalui pengolahan daging yang modern, bantuan ini mampu memenuhi kebutuhan protein hewani bagi pengungsi rentan, seperti anak-anak dan lansia, di tengah keterbatasan logistik.

Selain menyuplai lauk siap santap ke dapur umum, Tim Relawan Muhammadiyah juga membagikan kebutuhan dasar lainnya. Mereka mendistribusikan air mineral, pakaian layak pakai, perlengkapan salat, hingga paket sembako untuk persediaan warga secara mandiri. Seluruh bantuan mengalir melalui koordinasi ketat dengan posko utama penanggulangan bencana setempat agar tidak terjadi tumpang tindih penyaluran.

Saat ini, para relawan masih terus melakukan asesmen lapangan secara berkala. Mereka mendata tingkat kerusakan rumah warga untuk menentukan skema bantuan fisik tahap berikutnya. Anda juga dapat membaca artikel kami sebelumnya mengenai Panduan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Pemukiman Padat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem susulan. Melalui sinergi data yang akurat, Muhammadiyah berharap proses pemulihan pasca-bencana di Purwoyoso dapat berjalan lebih cepat, aman, dan tepat sasaran.

Baca Juga : Gerak Cepat Pascabencana, Relawan Muhammadiyah Salurkan Bantuan dan Turun Respons Support Dapur Umum untuk Korban Banjir Semarang

 

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Scroll to Top